Eliminasi, Sasaran Utama Pengendalian Malaria

PANGKALPINANG – Eliminasi sebagai program pengendalian penyakit malaria merupakan sasaran utama dalam Rencana Pembangunan Jangka menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2015-2019 dan Indikator Kinerja Program (IKP) dari pengendalian penyakit. Demikian dijelaskan oleh Mulyono Susanto, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam Pertemuan Monitoring dan Evaluasi Program Pengendalian Penyakit Malaria GF Komponen Malaria di ruang pertemuan Hotel Renz-Pangkalpinang. (25/09/2017)

“Tujuan yang ingin dicapai dari pertemuan monev ini adalah mengevaluasi pelaksanaan kegiatan program pengendalian malaria dalam upaya akselerasi, intensifikasi, dan eliminasi malaria  periode Januari-Juni 2017, serta diseminasi informasi kebijakan terkini program pengendalian malaria,” lanjutnya.

Dikatakannya, masih ada dua kabupaten yang belum menerima sertifikat eliminasi malaria, tetapi sudah mencapai tahap eleminasi karena memiliki API kurang dari kurang dari satu per seribu penduduk. Bangka Barat dengan 0,12 per seribu penduduk dan Bangka Tengah dengan 0,02 per seribu penduduk.

Beliau menjelaskan bahwa pertemuan monitoring dan evaluasi ini penting upaya kita mengevaluasi kinerja yang telah dilakukan sebagai bahan untuk merencanakan kegiatan berikutnya. “Saya sangat berharap agar hasil yang didapat dari pertemuan monev ini akan memicu Kabupaten Bangka Tengah dan Bangka Barat untuk meraih sertifikat eliminasi malaria sehingga tujuan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Bebas Malaria Tahun 2020 sesuai dengan Peraturan Gubernur Nomor 35 Tahun 2009 dapat dicapai,” ungkapanya.

Seperti diketahui, pada tanggal 22-25 Agustus 2017 yang lalu telah dilaksanakan Sosialisasi Penyelidikan Epidemiologi Kasus Malaria yang pesertanya pengelola program malaria puskesmas dari kabupaten tahap eliminasi, yaitu kabupaten yang belum mendapat sertifikat eliminasi, yaitu Kabupaten Bangka Barat dan Bangka Tengah.

Muhammad Henri, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung  melaporkan bahwa terdapat penambahan peserta  pertemuan kali ini. “Selain dari Dinas Kesehatan, turut diundang peserta dari rumah sakit dan puskesmas terpilih. Dengan demikian, relatif hampir lengkap wakil dari fasilitas pelayanan kesehatan yang ada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kami juga melibatkan Balai Pengawasan Obat Makanan (BPOM) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan dari Dinas Pertambangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung,” jelasnya. (25/09/2017)

Dari BPOM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, diharapkan ada informasi mengenai rencana tindak lanjut terhadap masalah Obat Anti Malaria (OAM) dan dari Dinas Energi Sumber Daya Mineral Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, terkait hingga saat ini diduga penularan penyakit malaria di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bersumber dari  para pekerja tambang.

Ada yang berkesan pada pertemuan kali ini. Terdapat momen pemberian kenang-kenangan kepada salah satu staf adiministrasi GF Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung Timur atas dedikasinya kepada program GF, yaitu Saudara Heri Setiadi. Pria yang akrab dipanggil Eko ini mengawali tugasnya di Dinkes Kabupaten Belitung Timur pada April 2008 sebagai tenaga kerja sukarela. Salah satu rekannya menceritakan bahwa beliau pernah mengalami kecelakaan saat mengantar laporan yang harus segera diserahkan terkait dengan tenggat waktu yang telah ditentukan. Akibat kecelakaan tersebut, beliau mengalami koma selama sepuluh hari dan istirahat/lumpuh selama beberapa bulan. Namun, dengan tekad dan semangat, beliau dapat pulih kembali dan kembali bekerja di program GF dan tetap berkarya di program malaria.

Cendera mata diserahkan oleh Muhammad Henri, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. (ACH)

Sumber: 
Humas Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
Penulis: 
Adinda Chandralela
Fotografer: 
Adinda Chandralela
Tags: 
Eliminasi malaria

Berita

24/10/2017 | Humas Dinas Kesehatan P...
12/10/2017 | Humas Dinas Kesehatan P...
12/10/2017 | Bidang Kesehatan Masyar...
12/10/2017 | Humas Dinas Kesehatan P...
19/09/2017 | Humas Dinas Kesehatan P...
14/09/2017 | Bidang Pencegahan dan P...