Dinkes Babel Ukur Kebugaran Jasmani Calon Jemaah Haji 2017

PANGKALPINANG – Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melaksanakan Pengukuran Kebugaran Jasmani Calon Jemaah Haji Tahun 2017 untuk kabupaten/kota di lingkungan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 01 April 2017 sampai dengan 15 Mei 2017, dengan melibatkan Tim Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dan Tim Pemantau dari Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Rangkaian kegiatan diawali di Sungailiat Kabupaten Bangka tanggal 01 April 2017, dengan dihadiri oleh Yan Megawandi, Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung; Tarmizi H Saat, Bupati Bangka; Mulyono Susanto, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung; dan Then Suyanti, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka.

Mulyono Susanto menjelaskan bahwa kegiatan pengukuran kebugaran ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kebugaran jasmani calon jemaah haji. Oleh karena itu, program latihan fisik sesuai dengan tingkat kebugaran yang kemudian dapat dilakukan evaluasi atas program fisik yang telah dilakukan. “Hasil akhir yang diharapkan adalah kondisi jemaah haji yang sehat dan bugar selama melaksanakan ibadah haji,” ungkapnya. (31/05/2017)

Dikatakannya, pengukuran kebugaran jasmani calon jemaah haji menggunakan metode Rockport, yaitu pengukuran kebugaran dengan cara berjalan cepat atau lari secara konstan sejauh 1,6 kilometer. “Waktu yang ditempuh disesuaikan dengan VO2 Max dan usia jemaah sesuai standar tabel dalam Kartu Menuju Bugar. Hasil pengukuran yang menjadi dasar untuk menentukan tingkat kebugaran, dengan klasifikasi baik sekali, baik, cukup, kurang, dan kurang sekali,” jelasnya.

Zulfikri Thabrani, salah satu panitia kegiatan, menjelaskan bahwa jumlah calon jemaah haji Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tahun 2017 sebanyak 1.062 orang. Namun demikian, yang diperiksa hanya sebanyak 941 orang atau 88,6%, terdiri atas 423 laki-laki (45%) dan 518 perempuan (55%). Hasil pengukuran yang didapat adalah satu orang (0,1%) tingkat kebugaran baik sekali, 139 orang (14,8%) tingkat kebugaran baik, 340 orang (36,1%) tingkat kebugaran cukup, 156 orang (16,6%) tingkat kebugaran kurang, dan 264 orang (28,1%) tingkat kebugaran kurang sekali. Yang tidak bisa mengikuti karena risiko tinggi/sakit sebanyak 41 orang (4,4%). (31/05/2017)

Dengan memperhatikan hasil pengukuran kebugaran tersebut, Mulyono berharap Kepala Dinas kesehatan Kabupaten/Kota dapat melakukan pembinaan terhadap para calon jemaah haji, terutama dengan kategori kebugaran kurang dan kurang sekali. “Calon jemaah haji harus didorong secara aktif  untuk melaksanakan aktivitas fisik dan latihan fisik sesuai dengan tingkat kebugaran jasmani, mengonsumsi makanan yang sehat dan seimbang, serta memeriksakan kesehatan secara rutin ke puskesmas atau rumah sakit. Jika perlu, pengukuran kebugaran jasmani dapat dilakukan kembali sebagai evaluasi ,” pungkasnya. (ACH)

Sumber: 
Bidang Kesehatan Masyarakat
Penulis: 
Adinda Chandralela
Fotografer: 
Zulfikri Thabrani
Tags: 
pengukuran kebugaran jasmani calon jemaah haji