Dinkes Babel Tingkatkan Kapasitas Nakes Kesehatan Jiwa

PANGKALPINANG - Guna mendukung penyediaan layanan kesehatan jiwa di puskesmas, Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terus berupaya meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan. Peningkatan kapasitas tersebut berupa pelatihan bagi tenaga medis dengan metode praktis tentang penatalaksanaan kasus gangguan jiwa yang sering ditemui di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP). Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang pada kesempatan ini diwakili oleh Sekretaris Dinas, Hastuti, saat membuka Pelatihan Deteksi Dini dan Penanganan Gangguan Kesehatan Jiwa di Hotel Sun. (18/02/2018)

“Pada tahun 2017, dari 64 puskesmas di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, baru 27 puskesmas (42%) yang mempunyai dokter dan perawat terlatih kesehatan jiwa. Oleh karena itu, perlu peningkatan kapasitas tenaga kesehatan di FKTP, yaitu puskesmas,” ujar Hastuti.

Menurutnya, puskesmas sebagai layanan kesehatan primer di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) sebagai ujung tombak layanan kesehatan di masyarakat memiliki peran yang sangat penting. “FKTP diharapkan berperan dalam penyediaan layanan kesehatan jiwa yang terpadu dengan layanan kesehatan umum. Penyediaan layanan kesehatan jiwa di FKTP harus tetap dijalankan untuk memenuhi hak dan kebutuhan masyarakat,” lanjutnya.

Masalah kesehatan jiwa di Indonesia cukup besar, lanjut Hastuti. “Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar 2018, data nasional untuk gangguan mental emosional (gejala depresi dan cemas) yang dideteksi pada penduduk usia >15 tahun atau lebih, dialami oleh 9,8 persen penduduk Indonesia atau lebih dari empat belas juta jiwa. Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sendiri menempati peringkat ketiga belas dari 34 provinsi di Indonesia atau sebesar sebelas persen," ujarnya.

Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular, Sri Hartati Lena, menjelaskan bahwa di Indonesia, gangguan jiwa menduduki nomor dua terbesar penyebab beban disabilitas akibat penyakit berdasarkan Years Lived with Disability (YLD). “Depresi sendiri merupakan peringkat delapan penyebab beban utama akibat penyakit berdasarkan Disability Adjusted Life Year (DALY). Masalah kesehatan jiwa dapat menimbulkan dampak sosial, antara lain meningkatnya angka kekerasan, baik di rumah tangga maupun masyarakat, bunuh diri, hingga penyalahgunaan NAPZA (narkotika psikotropika dan zat adiktif lainnya),” lanjutnya.

Hal ini dapat memengaruhi produktivitas secara signifikan, ujarnya. “Hal ini perlu diantisipasi. WHO mengestimasikan depresi akan menjadi peringkat kedua penyebab beban akibat penyakit di dunia (global) setelah jantung pada tahun 2020, dan menjadi peringkat pertama pada tahun 2030,” tegasnya.

Melalui kegiatan ini, lanjut ini, kami berharap tenaga kesehatan yang berada pada fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) dari setiap kabupaten/kota ada di wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terpenuhi tenaga kesehatan yang memiliki keahlian dan kewenangan dalam memberikan pelayanan kesehatan jiwa sesuai dengan standar dan pedoman yang berlaku,” pungkasnya.

Sumber: 
Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit
Penulis: 
Adinda Chandralela
Fotografer: 
Rurie Harfika
Bidang Informasi: 
Dinkes
Tags: 
kesehatan jiwa; bidang pencegahan dan pengendalian penyakit

Berita

28/02/2019 | Bidang Pencegahan dan P...
18/12/2018 | Dinas Kesehatan Provins...
21/11/2018 | Dinas Kesehatan Provins...
15/11/2018 | Dinas Kesehatan Provins...
24/09/2018 | Dinas Kesehatan Provins...
24/08/2018 | Dinas Kesehatan Provins...
24/08/2018 | Dinas Kesehatan Provins...
04/08/2018 | Humas Kwarcabpkp