Dinkes Babel Selalu Pantau Gizi Balita

PANGKALPINANG – Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung selalu memantau kondisi gizi bayi di bawah lima tahun (balita) di wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

“Secara berkesinambungan, pemantauan perkembangan status gizi balita dilaksanakan setiap tahun untuk memberikan gambaran tentang kondisi status gizi balita di tujuh kabupaten/kota,” ungkap Mulyono Susanto, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepuluan Bangka Belitung saat membahas masalah gizi di kantornya. (25/01/2018)

Lebih lanjut, Mulyono menjelaskan bahwa Kementerian  Kesehatan Republik Indonesia menetapkan status gizi balita dinilai berdasarkan tiga indeks, yaitu berat badan menurut umur (BB/U), tinggi badan menurut umur (TB/U), berat badan menurut tinggi badan (BB/TB).

Salah satunya, menurut Mulyono, berdasarkan hasil Pemantauan Status Gizi (PSG) Tahun 2016 di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, status gizi balita umur 0 sampai dengan 59 bulan menurut indeks tinggi badan per umur, persentase balita sangat pendek sekitar 6,2; balita pendek 15,7 persen, dan normal sebesar 78, 1 persen. Secara nasional sendiri, persentase balita sangat pendek sekitar 8,5; pendek sekitar 19 persen; dan normal 72,5 persen.

“Terjadi peningkatan pada tahun 2017 dimana persentase balita sangat pendek naik menjadi 9,3; balita normal menjadi 18 persen; dan normal menjadi 72,7 persen. Persentase status sangat pendek yang paling tinggi terjadi di Kabuaten Bangka, yaitu 12,2 dan terendah di Kabupaten Bangka Barat, yaitu 5,6,” tutur Mulyono.

Hal ini menjadi perhatian Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Indeks tinggi badan menurut umur memberikan indikasi masalah gizi yang bersifat kronis sebagai akibat keadaan yang berlangsung lama. Sebagai contoh, kemiskinan, perilaku hidup tidak sehat, dan asupan nutrisi yang kurang dalam waktu yang lama akan mengakibatkan anak menjadi pendek.

Dengan mengetahui status gizi balita dari tahun ke tahun, Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dapat mengawal upaya perbaikan gizi masyarakat agar lebih efektif dan efisien. “Melalui pemantauan perubahan status gizi dan kinerja program dari waktu ke waktu, kita dapat menetapkan upaya tindakan, perubahan formulasi kebijakan, dan perencanaan program dengan tepat,” lanjutnya.

Senada dengan pernyataan Kadinkes Mulyono, Bahuri, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menjelaskan bahwa Dinas Kesehatan terus berupaya untuk meningkatkan gizi balita di wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. (25/01/2018)

“Penimbangan bayi setiap bulan selalu dilakukan. Akan diketahui persentase balita yang berat badannya naik atau balita yang tidak berat badannya tidak naik atau balita yang berat badannya setelah ditimbang dua kali berturut-turut,” jelasnya.

Selain terhadap anak, dilakukan pemantauan gizi pada ibu hamil. Menurut Bahuri, kesehatan ibu hamil akan berkaitan dengan kondisi kesehatan janin yang ada di dalam kandungannya. “Melalui optimalisasi pemeriksaan kehamilan salah satunya dalam bentuk peningkatan kualitas pemeriksaan ibu hamil oleh tenaga kesehatan yang kompeten,  pemberian makanan tambahan dan tablet tambah darah, kondisi gizi ibu hamil dapat tercukupi dan anemia dapat dihindari. Dengan demikian, janin akan lahir dengan kondisi gizi yang baik sehingga tumbuh kembang bayi ke depan juga akan berpengaruh menjadi baik pula,” pungkasnya.  (ACH)

Sumber: 
Bidang Kesehatan Masyarakat
Penulis: 
Adinda Chandralela
Fotografer: 
Adinda Chandralela
Editor: 
Isnataini
Tags: 
Gizi; balita