Dinkes Babel Optimis Capai Target Imunisasi Campak Rubela

PANGKALPINANG – Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung optimis dapat mencapai target imunisasi campak rubela yang ditetapkan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada tahun 2019. Hal ini dikemukakan oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Mulyono Susanto saat membuka kegiatan Peningkatan Kapasitas dalam Rangka Pelaksanaan Imunisasi Campak Rubela di Hotel Sun. (07/10/2019)

“Melalui kegiatan ini, kita bersama-sama dapat saling berbagi strategi untuk meningkatkan cakupan imunisasi, khususnya campak dan rubela. Kita harus mendukung mencapai eliminasi campak dan pengendalian rubela pada tahun 2020,” jelasnya.

Mulyono menambahkan capaian imunisasi campak rubela pada bayi sampai dengan Agustus 2019 sebesar 59,13 persen, sedangkan target sampai dengan Agustus sebesar 63,33 persen. “Artinya secara keseluruhan, kita belum mencapai target. Masih 4,2 persen lagi yang harus dicapai. Dari kabupaten/kota yang melaksanakan, hanya Kota Pangkalpinang yang sudah mencapai target, yaitu sebesar 67,48 persen,” lanjutnya.

“Kita berupaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia yang memiliki kompetensi sebagai pelaksana program imunisasi di tingkat puskesmas. Tentunya juga meningkatkan  kualitas pelayanan yang diberikan,” ungkapnya.

Sementara narasamber dari Subdit Imunisasi Direktorat Surveilans dan Karantina Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Tri Setyanti menjelaskan bahwa untuk melengkapi imunisasi pada anak, pemerintah telah menyelenggarakan Kampanye Imunisasi Campak Rubela pada bulan Agustus dan September 2018.

“Kegiatan massal ini sebagai upaya untuk memutus transmisi penularan virus campak dan rubela pada anak  usia sembilan bulan sampai dengan kurang dari lima belas tahun, tanpa mempertimbangkan status imunisasi sebelumnya. Dan dilanjutkan sebagai imunisasi rutin yang diberikan menggantikan imunisasi campak,” ungkapnya.

Dalam mencapai komitmen eliminasi campak dan rubela, Tri menambahkan, perkuat imunisasi rutin MR1 dan MR2 dengan cakupan harus mencapai target lebih dari atau sama dengan 95 persen di setiap wilayah kerja puskesmas. “Fokus terutama untuk daerah yang sulit dijangkau, daerah yang terdapat penolakan imunisasi, serta daerah kumuh perkotaan,” lanjutnya.

“Imunisasi campak rubela pada anak sekolah dasar kelas 1 dalam kegiatan BIAS dengan cakupan harus mencapai target lebih dari atau sama dengan 95 persen di setiap kabupaten/kota. Juga dengan melakukan skrining pada anak yang belum mendapatkan imunisasi MR dengan diikuti sweeping, drop out follow up (DOFU), dan defaulter tracking untuk melengkapi imunisasi campak rubela,” imbuhnya.

Sumber: 
Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit
Penulis: 
Adinda Chandralela
Fotografer: 
Adinda Chandralela
Bidang Informasi: 
Dinkes