Dinkes Babel Mutakhirkan Data SDMK Tahun 2019

PANGKALPINANG – Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyusun pemutakhiran Data sumber daya manusia kesehatan (SDMK) Tingkat Provinsi tahun 2019. Data tersebut nantinya dapat dimanfaatkan sebagai data dasar dalam penetapan berbagai kebutuhan, terutama dalam melakukan perencanaan kebutuhan dan pemberdayaan serta pendayagunaan SDMK di level kabupaten/kota,  yang efisien, efektif, serta produktif pada pencapaian tujuan program pembangunan kesehatan di Indonesia.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi kepulauan Bangka Belitung,  Mulyono Susanto menjelaskan bahwa pelaksanaan strategi pembangunan kesehatan nasional memerlukan dukungan sumber daya manusia kesehatan yang sesuai kebutuhan, baik dalam kualitas maupun kuantitas. “Banyak tantangan yang harus dihadapi pada masa mendatang, mulai dari melakukan perencanaan sampai pada manajemen dan pemberdayaan tenaga kesehatan di seluruh Indonesia.  Hal ini mengingat bervariasinya jenis tenaga kesehatan serta luasnya kebutuhan tenaga kesehatan di Indonesia,” jelas Mulyono. (08/05/2019)

Lebih lanjut, Mulyono mengatakan bahwa  terkait dengan pembagian urusan pemerintahan bidang kesehatan, pemerintah pusat serta daerah, yaitu provinsi dan kabupaten, memiliki peranan yang sangat penting agar dapat memenuhi kebutuhan sumber daya manusia di bidang kesehatan, baik secara jumlah maupun kualitas. “Berdasarkan kewenangan dan peranan pada setiap tingkatan tersebut itulah, baik pemerintah pusat, provinsi, maupun kabupaten/kota diharapkan mampu untuk dapat melakukan pengelolaan data terhadap SDMK yang tersedia di tiap unit layanan,” ujarnya.

Kepala Sumber Daya Manusia Kesehatan, Azwani, menjelaskan bahwa dalam melakukan pengelolaan atau manajemen SDMK, diperlukan infomasi yang berbasis fakta atau gambaran empiris sehingga pengelolaan SDMK dapat sesuai dengan kebutuhan di lapangan. “Informasi tersebut dapat disusun dalam dokumen deskripsi pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia (PPSDM) kesehatan. Data ini dapat memberikan dasar atau gambaran terutama terkait dengan indikator, sumber data SDMK, cara pengelolaan, analisis, dan penyajian data SDMK,” ungkapnya.

Oleh karena itulah, menurutnya, pelaksanaan kegiatan ini diharapkan dapat memberikan informasi dan pembelajaran yang penting, khususnya dalam melakukan pengelolaan data SDMK. “Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dan rumah sakit ikut berperan aktif dalam melaksanakan kegiatan pengumpulan, pengolahan, dan pengembangan data SDMK di tahun 2019,” pungkasnya. (ACH)

Sumber: 
Bidang Sumber Daya Kesehatan
Penulis: 
Adinda Chandralela
Fotografer: 
Adinda Chandralela
Bidang Informasi: 
Dinkes