Dinkes Babel Lakukan Pemeriksaan Kesehatan di Pulau Seliu

MEMBALONG – Salah satu upaya meningkatkan kesehatan yang masyarakat secara menyeluruh terus dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, termasuk di daerah pulau, adalah dengan melakukan periksaan kesehatan bagi masyarakat setempat. Dalam kesempatan ini, Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyasar ke Pulau Seliu di daerah Pulau Belitung. Bersinergi dengan dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung dan Puskesmas Membalong selaku wilayah kerja setempat, tim kesehatan ini bertolak menuju Pulau Seliu dengan perahu motor dari Tanjung Gembira. (30/10/2018)

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Mulyono Susanto, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu inisiasi  pembentukan Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) Penyakit Tidak Menular (PTM) di Pulau Seliu.

“Kami telah menyelenggarakan pelatihan bagi masyarakat untuk dapat menjadi kader posbindu di daerah masing-masing. Ke depannya, kami mengharapkan kemandirian masyarakat dapat terwujud karena kegiatan Posbindu PTM pada dasarnya merupakan kegiatan milik masyarakat yang dilaksanakan sepenuhnya dari masyarakat, oleh masyarakat, dan untuk masyarakat,” jelasnya.

Menurut Mulyono, upaya kesehatan berbasis masyarakat yang bersifat promotif dan preventif dalam rangka deteksi dini dan pemantauan faktor risiko PTM sebaiknya dilaksanakan secara terpadu, rutin, dan periodik.

“Faktor risiko PTM  meliputi merokok, konsumsi minuman beralkohol, pola makan tidak sehat, kurang aktifitas fisik, obesitas, stres, hipertensi, hiperglikemi, hiperkolesterol serta menindaklanjuti secara dini faktor risiko yang ditemukan melalui konseling kesehatan dan segera merujuk ke fasilitas pelayanan kesehatan dasar. Kelompok PTM Utama adalah diabetes melitus (DM), kanker, penyakit jantung dan pembuluh darah (PJPD), penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), dan gangguan akibat kecelakaan dan tindak kekerasan,” lanjutnya.

Kepala Desa Pulau Seliu, Edyar, menjelaskan bahwa pulau ini memiliki luas sekitar 1.530 hektar, dengan luas area perumahan penduduk sekitar lima hektar. Dengan jumlah penduduk sekitar 1160 orang dan 400 kepala kelurga, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesehatan di Pulau Seliu.

“Dengan letak geografis daerah kami yang berbentuk kepulauan ini, kami sangat terbantu dengan kegiatan pemeriksaan seperti ini. Apalagi target kegiatan ini adalah warga dengan usia di atas 15 tahun. Bisa dilihat bahwa para lansia lah yang banyak datang untuk mendapatkan pelayanan pemeriksaan ini,” ungkapnya.

Makanan sehari-hari penduduk Pulau Seliu, lanjut Edyar, bersumber dari laut, seperti udang, kepiting, ikan, cumi, dan lain-lain.

“Tidak heran jika warga di sini lebih banyak meiliki angka kolesterol yang di atas rata-rata. Inilah yang harus diwaspadai. Oleh karena itu, pemeriksaan ini dapat menjadi salah satu peringatan kepada warga yang tidak menjaga pola makan yang sehat, apalagi yang berusia lanjut,” jelasnya.

Pengelola Program Posbindu PTM, Yuli Erika mengatakan bahwa pelaksanaan Posbindu PTM dilakukan oleh kader kesehatan yang telah ada atau beberapa orang dari masing-masing wilayah.

“Kader ini bersedia menyelenggarakan posbindu PTM dan mereka  dilatih secara khusus, dibina  atau difasilitasi untuk melakukan pemantauan faktor risiko PTM di masing-masing wilayah. Seperti yang dilihat pada saat ini, area ini kita susun menjadi tiga meja. Meja pertama untuk mendata warga yang akan diperiksa guna menggali informasi mengenai faktor risiko; kedua, untuk melakukan pemeriksaan gula dan kolesterol serta pemeriksaan dasar berupa tinggi dan berat bedan serta tensi darah; ketiga, konsultasi dengan dokter,” jelasnya.

Bagi warga yang yang setelah diperiksa memiliki kriteria di atas normal atau standar, jelas Yuli, maka yang bersangkutan akan mendapatkan konsultasi dari dokter.

“Dokter akan memberikan masukan dan saran mengenai rujukan ke fasilitas layanan kesehatan dasar di wilayahnya dengan pemanfaatan sumber daya tersedia termasuk upaya respon cepat sederhana dalam penanganan pra-rujukan. Dokter juga akan mengedukasi warga mengenai pentingnya berberilaku cerdik untuk mencegah PTM,” pungkas Yuli.

Sumber: 
Dinas Kesehatan Provinsi Bangka Belitung
Penulis: 
Adinda Chandralela
Fotografer: 
Adinda Chandralela
Bidang Informasi: 
Dinkes

Berita Berdasarkan Kategori