Dinkes Babel Fokus Tangani Difteri

Pangkalpinang - Dengan ditetapkannya Kasus Luar Biasa (KLB) difteri di beberapa wilayah oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, penanganan difteri menjadi salah satu fokus perhatian oleh Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mulai dari segi pencegahan hingga pengobatan. Hal ini ditegaskan oleh Mulyono Susanto, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. (10/01/2018)
"Kita harus meningkatkan kewaspadaan terhadap kasus yang mengarah ke difteri karena penyakit ini tergolong dapat mematikan dan sangat menular," jelasnya.

Beliau menjelaskan bahwa difteri yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diptheriae ini   mengeluarkan toksin atau racun yang dapat mengakibatkan komplikasi. "Bisa terjadi miokarditis atau peradangan dinding jantung, kelumpuhan susunan syaraf tepi dan pusat, serta  gagal ginjal hingga kematian akibat sumbatan jalan napas," lanjutnya.

Di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sendiri, lanjut Mulyono, kejadian suspek dan klinis difteri sejak Juni 2017 sampai Januari 2018, terdapat tujuh kasus dimana dua kasus terjadi di Pulau Belitung dan lima kasus di Pulau Bangka. "Namun demikian, berdasarkan pemeriksaan laboratorium, temuan difteri negatif," lanjutnya.

Muhammad Henri, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Bangka Belitung mengatakan bahwa difteri dapat dicegah dengan melakukan imunisasi lengkap dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). (09/01/2018)

"Keberhasilan pencegahan difteri dengan imunisasi sangat ditentukan oleh  cakupan imunisasi yang tinggi, yaitu minimal 95%," lanjutnya.

Saat ini, Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berupaya melakukan langkah-langkah dalam menangani difteri. Sebagai pencegahan, dilakukan upaya promosi kesehatan berupa sosialisasi mengenai difteri dengan tujuan meningkatkan kesigapan dan pengetahuan masyarakat terhadap penanganan difteri. Selain itu, segera dilakukan imunisasi di daerah yang suspek dan klinis difteri. (ACH)

Sumber: 
Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Adinda
Penulis: 
Adinda Chandralela
Fotografer: 
Adinda Chandralela
Tags: 
KLB; difteri