Bangka Luncurkan Germas dan PIS-PK Pertama di Babel

SUNGAILIAT –Bangka menjadi kabupaten pertama yang meluncurkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) dan Program Indonesia Sehat Pendataan Keluarga di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Hal ini sesuai dengan Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 01 Tahun 2017. Penandatanganan komitmen secara simbolis dilakukan oleh Bupati Kabupaten Bangka yang diwakili oleh Teddy Sudarsono, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Bangka; Mulyono Susanto, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung; dan Then Suyanti, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka, diselenggarakan di Hotel Novilla-Sungailiat (25/07/2017)

Dalam kesempatan ini, Mulyono Susanto yang didampuk sebagai salah satu narasumber mengungkapkan bahwa pendekatan keluarga bertujuan untuk meningkatkan akses keluarga terhadap pelayanan kesehatan yang komprehensif. “Kegiatan pendekatan keluarga ini juga untuk mendukung pencapaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) Kabupaten/Kota dan Provinsi, pelaksanaan Jaminan Kesehatan, dan tercapainya Program Indonesia Sehat,” lanjutnya.

Menurutnya, berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Nomor 39 Tahun 2016 tentang Pedoman Penyelenggaraan Program Indonesia Sehat – Pendataan Keluarga, Program Indonesia Sehat (PIS) dilaksanakan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. “ Pelaksanaan Program Indonesia Sehat diselenggarakan dengan Pendekatan Keluarga (PK). Pendekatan keluarga adalah salah satu cara Puskesmas untuk meningkatkan jangkauan sasaran & mendekatkan meningkatkan akses pelayanan kesehatan di wilayah kerjanya dengan mendatangi seluruh keluarga (Total Coverage),” ujarnya.

Integrasi UKP & UKM itu sendiri berkesinambungan dengan target/fokus keluarga, berdasarkan data dan informasi dari Profil Kesehatan Keluarga.

Mulyono juga menegaskan bahwa implementasi  kegiatan ini dimulai dengan pelatihan bagi tenaga kesehatan bagi tenaga pembina keluarga, tenaga teknis, tenaga pengolah data, dan tenaga manajemen PKM. “Setelah itu, para tenaga kesehatan tersebut melakukan kunjungan keluarga untuk mendekatkan akses pelayanan ke keluarga serta integrasi kesehatan. Analisis data keluarga dan intervensi dilakukan oleh manajemen puskesmas,” lanjutnya.

Teddy Sudarsono, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Bangka juga mengatakan bahwa untuk mendukung pencapaian visi pembangunan nasional 2005 – 2025 yakni Indonesia yang mandiri, maju, adil, dan makmur, program pengembangan desa siaga telah disiapkan.

“Strategi dengan berbasis model pendekatan dan kebersamaan itu berupaya memfasilitasi percepatan dan pencapaian peningkatan derajat kesehatan bagi seluruh penduduk dengan mengembangkan kesiapsiagaan di tingkat desa, melalui kesiapan sumber daya dan kemampuan serta kemauan untuk mencegah dan menanggulangi masalah kesehatan, bencana dan kedaruratan kesehatan secara mandiri sehingga desa dan kelurahan siaga mencapai kondisi siaga aktif,” jelas Teddy.

“Untuk itu, perangkat desa dan lurah memiliki peran yang semakin besar ke depan untuk mempercepat terwujudnya desa dan kelurahan sehat,” ungkapnya.

Dlakukan juga senam peregangan oleh seluruh peserta dan panitia, dimana aktivitas fisik seperti ini menjadi salah satu wujud Germas. Kegiatan ini dihadiri oleh lurah/kepala desa dan bidan desa se-Kabupaten Bangka, sekaligus menandatangani komitmen pencanangan Germas dan PIS-PK. (ACH)

Sumber: 
Humas Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
Penulis: 
Adinda Chandralela
Fotografer: 
Adinda Chandralela

Berita

12/01/2018 | Bidang Pelayanan Keseha...
12/01/2018 | Humas Dinas Kesehatan P...
10/01/2018 | Dinas Kesehatan Provins...
24/10/2017 | Humas Dinas Kesehatan P...
12/10/2017 | Humas Dinas Kesehatan P...
12/10/2017 | Bidang Kesehatan Masyar...
12/10/2017 | Humas Dinas Kesehatan P...
19/09/2017 | Humas Dinas Kesehatan P...