Bangka Barat Berproses, Babel Optimis Capai Eliminasi Malaria Tingkat Provinsi Tahun 2023

PANGKALPINANG - Saat ini, Kabupaten Bangka Barat berproses meraih sertifikat eliminasi, Bangka Belitung optimis  dapat mencapai eliminasi malaria tingkat provinsi pada tahun 2023. Demikian diungkapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, yang diwakili oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Muhammad Henri saat membuka Pertemuan Monitoring dan Evaluasi Program Pengendalian Penyakit Malaria GF Komponen Malaria di Hotel Swiss Bell. (18/02/2020)

"Hanya satu kabupaten yang belum menerima sertifikat eliminasi malaria, yaitu Bangka Barat. Enam kabupaten/kota lainnya sudah berhasil mencapai eliminasi. Terakhir, Bangka Tengah pada tahun 2019," ujar Henri.

Sebenarnya, tambah Henri, Annual Paracite Incidence (API) Bangka Barat sudah mencapai kurang dari satu per seribu penduduk. "Pada tahun 2019, API Bangka Barat mencapai 0,47 per seribu. Peluang Bangka Barat segera menyusul enam kabupaten/kota lainnya untuk mendapatkan sertifikat eliminasi malaria sangat besar," jelasnya. 

Yang harus kita jaga adalah jangan sampai terjadi kasus penularan setempat atau kasus indigenous. "Enam kabupaten/kota lain yang sudah meraih eliminasi sekarang pada tahap pemeliharaan. Status ini harus tetap terjaga," lanjutnya. 

Sementara Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, Evalusi menjelaskan bahwa pertemuan monev kali ini dapat menghasilkan strategi untuk mencapai Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Bebas Malaria. "Banyak pihak yang akan terlibat dalam pelaksanaan strategi ini, antara lain layanan kesehatan, promosi kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat," jelasnya.

"Partisipasi dan dukungan lintas sektor dalam upaya deteksi dini dan pelaksanaan surveilans migrasi sangat berperan, terutama dalam menghadapi pendatang yang tidak melalui jalur resmi," ungkap Evalusi.

"Kita tentunya berkeinginan Kepulauan Bangka Belitung menjadi provinsi pertama di luar Jawa Bali yang memperoleh sertifikat eliminasi malaria," harap Evalusi. 

Sumber: 
Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit
Penulis: 
Adinda Chandralela
Fotografer: 
Adinda Chandralela
Bidang Informasi: 
Dinkes