Apakah Perlu Satuan Tugas Penanganan dan Pencegahan Covid-19 di Perkantoran?

  1. Latar Belakang

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 48 Tahun 2016 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja PerkantoranPasal 15 telah mewajibkan terhadap pemilik atau pimpinan tempat kerja untuk menerapkan standar kesehatan kerja berupa upaya untuk pencegahan dana penanganan penyakit di tempat kerja.

Covid-19 telah ditetapkan sebagai penyakit akibat kerja (PAK) melalui Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor Hk.01.07/Menkes/327/2020 Tentang Penetapan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Akibat Kerja Sebagai Penyakit Akibat Kerja yang Spesifik Pada Pekerjaan Tertentu.

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/Menkes/328/2020 tentang Panduan Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Tempat Kerja Perkantoran dan Industri  dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha  Pada Situasi Pandemi di Bab II juga telah mewajibkan tempat kerja untuk membentuk Tim penanganan Covid-19 di tempat kerja.

Bahkan Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 58 Tahun 2020 tentang Sistem Kerja Pegawai Aparatur Sipil Negara dalam Tatanan Normal Baru juga telah mengatur pola pembagian jadwal kerja ASN agar roda pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan tetapi tetap memperhatikan upaya pencegahan penularan Covid-19 di tempat kerja.

Bila kita melihat dasar hukum diatas, maka memang perlu untuk dibentuk Satuan Tugas Penanganan Coronona Virus Disease 2019 (Covid-19) diperkantoran, khususnya di Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Maka untuk menindaklanjuti Edaran Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Nomor 440/0835/BPBD/2020 Tanggal 15 Oktober 2020  Tentang Pembentukan Satuan Tugas Penanganan Coronona Virus Disease 2019 (Covid-19) di perkantoran, maka Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Penanganandan Pencegahan COVID-19 yang diperkuat dengan Surat Keputusan Kepala Dinas Kesehatan Nomor 188.4/514/Dinkes Tanggal 14 Desember 2020. Satgas ini bekerja di lingkup Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Tim terdiri dari perwakilan bidang yang membantu pengawasan dalam pencegahan penularan Covid-19.

  1. Pelaksanaan

Didalam satgas tersebut ditetapkan ketua, pengawas dan pelaksana. Ketua yang dimaksud adalah Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Pengawas yang dimaksud  adalah kepala bidang dan kepala UPT yang ada di Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Sedangkan pelaksana adalah Kepala Seksi/pegawai yang berjumlah 2 orang yang ditunjuk untuk mewakili bidang dan UPT masing-masing.

Satgas bertugas setiap hari kerja, dimana pelaksana bertugas bergantian. Apabila kedua pelaksana berhalangan hadir, maka pengawas wajib menunjukkan penggantinya pegawai dari bidang dan UPT masing-masing.

Untuk memperjelas tugas dan fungsi dari satgas tersebut disusun juga Uraian Tugas dan Fungsi

Adapun tugas dan fungsi Ketua Satgas adalah :

  1. Memastikan terlaksananya pencegahan, pengendalian dan pemutusan rantai penularan Covid-19 di Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
  2. Menerima laporan hasil pekerjaan pengawas
  3. Mengevaluasi dan memberi masukan terhadap pelaksanaan kinerja Satuan Tugas Penangan Covid-19 di Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

Tugas dan fungsi Pengawas adalah :

  1. Melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan pencegahan penularan Covid-19 di lingkup Sekretariat
  2. Merekap dan melaporkan hasil pengawasan secara berkala kepada ketua satgas hasil pengawasan pekerjaan pelaksana

 Tugas dan fungsi Pelaksana:

  1. Melakukan sosialisasi kepada seluruh pegawai di lingkup sekretariat mengenai cara memakai dan melepaskan masker dan cara mencuci tangan yang benar
  2. Memastikan semua pegawai dan tamu yang masuk ke kantor  menggunakan masker dengan benar, mencuci tangan dan diukur suhu tubuhnya di pintu masuk kantor yang dilakukan oleh petugas keamanan kantor. Bila tamu dan pegawai yang suhu tubuhnya tinggi (>37,3 derajat Celcius) agar dilakukan pengecekan ulang sebanyak 2 kali, dan bila tetap tinggi tidak diizinkan memasuki kantor dan dilaporkan kepada pengawas.
  3. Mengawasi pemakaian masker, mencegah kerumunan yang tidak mengikuti protokol kesehatan serta memberikan teguran lisan bila ada yang tidak mematuhi peringatan.
  4. Memastikan ruangan dan meja kursi sudah dilakukan disinfeksi oleh masing-masing pegawai setiap hari.
  5. Memastikan ketersediaan cairan disinfektan di masing – masing ruangan dan berkoordinasi dengan Subbag Umum untuk penyediaannya.
  6. Berkoordinasi dengan program terkait untuk meningkatkan promosi kesehatan  dan PHBS di tempat kerja (Khusus Pelaksana Bidang Kesmas)
  7. Memastikan pelayanan kesehatan di Klinik Pratama Provinsi menjalani protokol kesehatan (Khusus Bidang Yankes)
  8. Memastikan terlaksananya PE terhadap kontak kasus yang terjadi dilingkup Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Khusus Bidang P2P)
  9. Memantau ketersedian dan kualitas barang habis pakai (disinfektan dan masker) untuk pelaksanaan protokol kesehatan di lingkup Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Khusus Bidang SDK)
  10. Memastikan pelayanan kesehatan yang dilakukan di UPTD mematuhi protokol kesehatan (Khusus UPT Labkesda)
  11. Melakukan assesment terhadap setiap pegawai yang pulang dari perjalanan dinas atau perjalanan pribadi dari luar pulau Bangka menggunakan checlist standar yang sudah disiapkan.
  12. Hasil pengawasan dicatat dalam form pengawasan setiap hari kerja dan dilaporkan ke Pelaksana Sekretariat/JFT Pembimbing Kesehatan Kerja dan Epidemiolog setiap Jumát sore.
  13. Bila pelaksana berhalangan hadir (sakit, izin, cuti atau dinas luar) melaporkan kepada pegawas untuk dapat ditunjuk penggantinya
  14. Memberikan informasi yang diperlukan kepada pelaksana dari bidang dan UPT lain terkait ketidakhadiran pegawai (Khusus Sekretariat)

 

Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya satgas dibekali dengan form pencatatan dan pelaporan. Untuk pelaksana form pencatatan diisi setiap hari sesuai jadwal yang telah disusun.

Form yang dimaksud adalah sebagai berikut :

  1. Form pemantauan jumlah pegawai yang aktif tiap bidang dan UPT, kehadiran, kegiatan pengukuran suhu tubuh dan cuci tangan.
  2. Form Asessment bagi pegawai yang ada kontak erat dengan kasus konfirmasi dan melakukan perjalanan dinas luar daerah pulau Bangka.
  3. Jadwal tugas tim pelaksana
  4. Form hasil pengukuran suhu tubuh bagi pegawai dan tamu

 

  1. Evaluasi

Evaluasi dilakukan secara berkala setiap minggu dan setiap bulan. Ada beberapa hal yang masih perlu diperbaiki antara lain:

  1. Perlu dilakukan revisi surat keputusan satgas
  2. Penambahan anggota pelaksana
  3. Secara rutin melakukan rapat evaluasi bulanan
  4. Penambahan tim untuk pemeriksaan suhu tubuh dan pemantuan kegiatan mencuci tangan sebelum masuk ke gedung Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Demikianlah sekilas mengenai apa yang sudah dilakukan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam upaya melakukan pencegahan dan penanganan Covid-19 di lingkup Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Semoga yang sudah kita lakukan menjadi amal ibadah dan kita semua berharap pandemi ini segera berakhir.

SALAM SEHAT BUGAR PRODUKTIF

 

SUMBER :

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 48 Tahun 2016 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Perkantoran

Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor Hk.01.07/Menkes/327/2020 Tentang Penetapan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Akibat Kerja Sebagai Penyakit Akibat Kerja yang Spesifik Pada Pekerjaan Tertentu

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/Menkes/328/2020 tentang Panduan Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Tempat Kerja Perkantoran dan Industri

Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 58 Tahun 2020 tentang Sistem Kerja Pegawai Aparatur Sipil Negara dalam Tatanan Normal Baru.

Surat Keputusan Kepala Dinas Kesehatan Nomor 188.4/514/Dinkes Tanggal 14 Desember 2020 di lingkup Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

 

ZULFIKRI TABRANI, SKM

PEMBIMBING KESEHATAN KERJA MUDA

DINAS KESEHATAN PROVINSI KEP. BANGKA BELITUNG

Penulis: 
ZULFIKRI TABRANI, SKM
Sumber: 
-