1.200 Santri Ikuti Senam Sehat di Kegiatan Germas Terpadu

PANGKALAN BARU - Sekitar seribu dua ratus santri Pondok Pesantren Nurul Falah - Desa Air Mesu Timur mengikuti senam sehat yang merupakan rangkaian kegiatan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) Terpadu. Kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Tengah ini mengampanyekan pentingnya pola hidup sehat kepada masyarakat, termasuk para santri. (08/10/2019)

Saat menyampaikan sambutan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Toni H.A. Batubara menjelaskan bahwa  dengan menggalakkan pelaksanaan senam di tempat kerja dan juga di sekolah, kegiatan ini menjadi suatu upaya promotif dan preventif dalam pelayanan kesehatan.

"Saat ini, masalah kesehatan yang timbul sebagian besar akibat pola hidup masyarakat yang tidak sehat. Hal ini dipengaruhi oleh berbagai sebab,  antara lain tingginya konsumsi masyarakat akan makanan yang mengandung gula, garam, dan lemak. Konsumsi buah dan sayur juga masih minim. Ditambah lagi semakin berkurangnya aktivitas fisik atau olahraga," jelasnya. 

Menyikapi hal tersebut, lanjutnya, pembangunan kesehatan diarahkan tidak lagi hanya melayani orang sakit. "Paradigma pembangunan kesehatan saat ini justru mengutamakan pelayanan kesehatan yang menjadikan orang sehat tetap sehat dan produktif," imbuhnya.

"Upaya kesehatan yang bersifat promotif dan preventif sesuai dengan tantangan pembangunan kesejahteraan masyarakat menjadi prioritas, tanpa mengabaikan pentingnya upaya pelayanan kesehatan yang bersifat kuratif dan rehabilitatif, " ungkapnya.

Toni Batubara mengimbau para santri untuk menjadikan gerakan masyarakat hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. "Praktik hidup sehat merupakan salah satu wujud revolusi mental. Biasakan olahraga yang teratur,  makah buah dan sayur serta gizi seimbang. Membiasakan diri untuk berperilaku bersih dan sehat juga merupakan salah satu ibadah," pungkasnya. 

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menjelaskan bahwa kegiatan yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Nurul Falah ini merupakan bentuk implementsi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat.
"Germas yang merupakan suatu rangkaian kegiatan yang sistematis, masif, dan berkelanjutan, diharapkan dapat mempercepat dan mensinergikan upaya hidup sehat guna meningkatkan produktivitas," ungkapnya.

Mulyono menjelaskan bahwa germas mengajak masyarakat untuk membudayakan hidup sehat dan mampu mengubah kebiasaan atau perilaku tidak sehat. "Dimulai dari kita. Dimulai dari diri sendiri. Hingga nantinya gerakan masyarakat hidup sehat ini dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," imbuhnya.

Pada kesempatan ini, Ketua Tim Penggerak PKK, Ibu Melati Erzaldi menobatkan Zulfi dan Bagas sebagai Duta Germas di Pondok Pesantren Nurul Falah. Dilanjutkan talk show dengan narasumber Sekretaris Daerah Kabupaten Bangka Tengah, Sugiarto; Ustadz Hendi Kurnia; dan Mulyono Susanto. 

Penonton juga sangat antusias menyaksikan atraksi yang dtampilkan oleh santri Pondok Pesantren Nurul Falah, antara lain paduan suara, stand up comedy, dan pencak silat.

Sumber: 
Bidang Kesehatan Masyarakat
Penulis: 
Adinda Chandralela
Fotografer: 
Adinda Chandralela
Bidang Informasi: 
Dinkes

Berita

14/10/2019 | Bidang Pencegahan dan P...
11/10/2019 | Bidang Pencegahan dan P...
08/10/2019 | Bidang Kesehatan Masyar...
07/10/2019 | Rumah Sakit Jiwa Daerah...
07/10/2019 | Rumah Sakit Jiwa Daerah...
07/10/2019 | Rumah Sakit Jiwa Daerah...
01/10/2019 | Bidang Sumber Daya Kese...
05/09/2019 | Bidang Sumber Daya Kese...
04/09/2019 | Bidang Pencegahan dan P...